PANGKALPINANG – DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Kompetisi Desain Kebaya dan Kerudung Fatmawati Trophy Regional IV di Kantor DPD PDI Perjuangan Babel, Jalan Lontong Pancur, Pangkalpinang.
Kegiatan yang mempertemukan peserta dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Babel, Didit Srigusjaya. Dalam sambutannya, Didit mengajak seluruh peserta, generasi muda, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kreativitas dan menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang mampu memperkuat budaya bangsa.
Menurut Didit, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun organisasi tertentu, tetapi juga membutuhkan peran aktif generasi muda agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Karena itu, ajang Fatmawati Trophy diharapkan menjadi ruang bagi lahirnya gagasan, kreativitas, dan inovasi dari para desainer muda di wilayah regional.
Usai kegiatan, Ketua Pelaksana Fatmawati Trophy Regional IV, Dessy Ayu Trisna, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut merupakan ajang tingkat regional yang melibatkan tiga provinsi, yakni Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.
“Beberapa hari lalu kita sudah mengadakan tingkat Bangka Belitung dan dipilih tiga orang terbaik untuk diikutsertakan pada tingkat regional hari ini,” kata Dessy.
Ia menjelaskan, masing-masing provinsi mengirimkan tiga peserta terbaik sehingga total terdapat sembilan peserta yang tampil pada kompetisi regional tersebut.
“Setiap daerah tiga orang. Jadi hari ini karena ada tiga perwakilan provinsi, maka pesertanya ada sembilan orang,” ujarnya.
Dessy mengakui persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu, Fatmawati Trophy menjadi kegiatan perdana yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Babel sehingga berbagai kekurangan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.
“Persiapannya tidak lama, mungkin beberapa hari. Karena ini juga baru pertama kali diadakan oleh DPD PDI Perjuangan. Jadi segala kekurangan akan kami evaluasi untuk tahun depan. Mudah-mudahan akan lebih berkembang,” katanya.
Menurut Dessy, kompetisi tersebut tidak hanya bertujuan mencari karya terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya kebaya sekaligus memberikan ruang bagi para desainer muda untuk menunjukkan kreativitas mereka.
“Nanti di tingkat pusat diperlombakan dalam rangka mengenang Ibu Megawati, kemudian melestarikan budaya kebaya, dan juga sebagai ajang kreativitas para desainer muda di Bangka Belitung maupun regional,” jelasnya.
Ia juga mengaku bangga melihat keseriusan para peserta dalam menampilkan karya. Menurutnya, setiap desain yang ditampilkan tidak hanya mengedepankan aspek estetika, tetapi juga memiliki filosofi dan narasi yang menjadi dasar penciptaan karya.
“Saya mengapresiasi dan bangga terhadap peserta-peserta yang sudah berusaha maksimal menampilkan desain dan model. Mulai dari pemilihan filosofinya hingga diwujudkan menjadi karya kebaya yang ditampilkan. Menurut saya sangat luar biasa,” ungkapnya.
Dessy berharap Fatmawati Trophy dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang mendorong masyarakat untuk semakin mencintai serta melestarikan budaya daerah dan budaya bangsa melalui karya-karya kreatif generasi muda.








