Sungailiat,Suaranusantara.online—
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka mengadakan Bimbingan Teknis Pengawasan Tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2024 di Tanjung Pesona Beach Resort pada Sabtu, 29 Juni 2024. Acara ini melibatkan 24 Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), 8 Kepala Sekretariat, dan 16 Staf Sekretariat dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Bangka.
Pembukaan bimbingan teknis dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Bawaslu, diikuti dengan doa yang dipimpin oleh Ghazi Muhammad dari Kecamatan Pemali. Acara ini kemudian dibuka secara resmi oleh Anja Kusuma Admaja, Komisioner Bawaslu Divisi HP2H, yang menyampaikan pentingnya bimbingan ini untuk mempersiapkan para Panwascam dalam mengawasi pemilihan yang akan datang.
Anja Kusuma Admaja menggarisbawahi bahwa bimbingan ini merupakan langkah awal penting untuk memberi pemahaman kepada Panwascam dan staf sekretariat yang baru. “Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai pengawasan pemilu dan etika independensi penyelenggara pemilu,” jelas Anja. Beliau juga mengingatkan agar para peserta tidak terlibat dalam praktik politik uang atau penggalangan massa yang tidak sesuai dengan tanggung jawab mereka.

Sugesti juga menyebutkan bahwa total undangan untuk kegiatan ini mencapai 48 orang, terdiri dari 24 Panwascam, 8 Kepala Sekretariat, dan 16 staf sekretariat. Setiap Panwascam diwakili oleh tiga orang: satu staf sekretariat dan dua Kepala Sekretariat.
Bimbingan teknis ini menghadirkan beberapa narasumber, termasuk Dr. H. Iskandar M.Hum dari Tim Pemeriksa Daerah DKPP RI. Beliau memberikan materi tentang tantangan pengawasan dalam Pemilukada 2024, serta evaluasi pelaksanaan pemutakhiran data pemilih.
Selain itu, Ir. Firman TB Pardede, mantan Anggota Bawaslu Provinsi, juga berbicara mengenai urgensi pengawasan pemutakhiran data pemilih. Di malam hari, Dian Permata, seorang penggiat pemilu dari pusat, menyampaikan materi teknis terkait pemutakhiran data pemilih serta simulasi dan pemetaan kerawanan.
Sugesti menekankan pentingnya netralitas dan integritas dalam penyelenggaraan pemilu. “Kami mengundang narasumber dari DKPP RI untuk memastikan bahwa penyelenggara tidak terlibat dalam kepentingan kelompok atau calon tertentu. Pilkada ini memiliki kepentingan yang sangat besar karena terkait dengan pemilihan wakil daerah,” tegas Sugesti.
Dengan bimbingan teknis ini, diharapkan semua peserta dapat menjalankan tugas mereka dengan profesionalisme dan memahami sepenuhnya peran mereka dalam mengawasi pemilihan yang adil dan transparan.
Iswanizar