Bangka –Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka mengajak media dan masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi setiap tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning Discussion bertema “Pengawasan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati”, yang digelar secara sederhana di kantor Bawaslu, menyusul adanya efisiensi akibat defisit anggaran.
“Sebagaimana kita tahu, anggaran kami mengalami defisit. Karena itu, kegiatan seperti ini tidak bisa lagi dilakukan di luar kantor. Namun, kami tetap berupaya menjaga silaturahmi dan komunikasi, terutama dengan media sebagai mitra strategis,” ujar Anja Kusuma Atmaja Ketua Bawaslu Bangka.
Ia menegaskan pentingnya peran media dalam pengawasan partisipatif. “Pemberitaan itu penting dalam setiap kegiatan pengawasan. Personel kami terbatas, peran serta media dan masyarakat untuk menginformasikan berbagai pelanggaran, termasuk politik uang, sangat kami harapkan,” ucapnya.
Bawaslu juga terus mendorong masyarakat untuk proaktif mengecek namanya di Daftar Pemilih Sementara (DPS), serta melaporkan jika ada ketidaksesuaian. “Pengawasan terhadap DPS sangat penting karena menyangkut hak dasar warga negara,” jelas Anja.
Selain itu, tahapan pendaftaran calon kepala daerah juga menjadi perhatian serius. Bawaslu memastikan akan melakukan pengawasan ketat terhadap kelengkapan dokumen dan kepatuhan calon terhadap ketentuan hukum yang berlaku.
Anja mengungkapkan, hingga saat ini Bawaslu Bangka didukung oleh tiga pimpinan, lima staf teknis, tiga PNS sekretariat, serta 81 Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) yang aktif sejak Maret 2025, khususnya dalam pengawasan pemutakhiran data pemilih.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar minimal satu bulan sekali, agar sinergi antara Bawaslu dan media makin kuat. Kami juga tengah menyiapkan kanal digital untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan dugaan pelanggaran secara cepat,” tambahnya.
Menurut Anja, keterlibatan masyarakat dan media adalah bagian penting dalam menjaga integritas pemilu. “Kalau masyarakat melihat pelanggaran, laporkan. Kalau media mendapatkan informasi dugaan pelanggaran, ekspos. Itu semua akan sangat membantu kami dalam menjaga integritas pemilu.”
Acara diskusi yang dikemas santai ini turut dihadiri oleh sejumlah awak media lokal sebagai bentuk penguatan peran media dalam pengawasan partisipatif menuju Pilkada 2024 yang bersih dan demokratis di Kabupaten Bangka.








