Suaranusantara.online
SUMENEP – Menghadapi lonjakan kasus campak yang kian mengkhawatirkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep mengambil langkah cepat dengan menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien campak.
Langkah strategis ini menjadi bukti nyata kepedulian rumah sakit dalam melindungi keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang rentan terhadap penyakit menular ini.
Fakta yang terungkap di lapangan cukup memprihatinkan. Sebagian besar pasien campak yang masuk ke RSUD dr. H. Moh. Anwar sudah mengalami komplikasi serius, seperti broncho-pneumoni hingga kejang-neurotik.
“Kondisi pasien yang datang mayoritas sudah dalam fase komplikasi berat. Karena itu, kami memerlukan ruang perawatan khusus agar penanganan lebih fokus, intensif, dan tentunya aman dari risiko penularan ke pasien lain,” jelas dr. Erliyati melalui Kepala Seksi Informasi RSUD, Erfin Sukayati, di ruang kejanya, Rabu (8/10/2025).
Lebih mengkhawatirkan lagi, hampir seluruh pasien yang dirawat adalah balita dengan riwayat imunisasi yang tidak lengkap. Kondisi ini menyoroti kesenjangan kesadaran orang tua terhadap pentingnya vaksinasi.
Menurut Erfin, ketidaklengkapan imunisasi menjadi faktor dominan yang menyebabkan kasus campak berkembang menjadi kondisi kritis dan mengancam nyawa anak.
“Ini bukan sekadar angka statistik. Ini tentang anak-anak yang seharusnya bisa terlindungi jika imunisasinya lengkap. Keterlambatan atau pengabaian jadwal imunisasi bisa berakibat fatal,” tegasnya.
Kehadiran ruang isolasi khusus di RSUD dr. H. Moh. Anwar bukan sekadar fasilitas medis tambahan. Ini adalah strategi pencegahan terstruktur untuk memutus mata rantai penularan campak di lingkungan rumah sakit.
“Ruang isolasi ini dirancang untuk dua tujuan: memberikan perawatan optimal bagi pasien campak dan mencegah penularan ke pasien lain di ruang perawatan umum. Kami tidak ingin rumah sakit menjadi kluster baru penyebaran penyakit,” ujar Erfin.
Selain menyediakan fasilitas isolasi, manajemen RSUD juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat, terutama orang tua, untuk disiplin melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.
“Pencegahan melalui imunisasi jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan pengobatan setelah anak terinfeksi. Kesadaran dan tanggung jawab orang tua adalah kunci utama dalam melindungi generasi masa depan,” tegas Erfin.
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sekali lagi menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Respons cepat dan kepekaan terhadap situasi darurat kesehatan menjadi cerminan bahwa rumah sakit daerah ini menempatkan keselamatan pasien dan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Pelayanan prima dan humanis bukan hanya slogan. Ini adalah tanggung jawab kami untuk terus hadir melindungi masyarakat Sumenep, terutama anak-anak sebagai aset bangsa,” pungkas Erfin.
(GUSNO)








