Tim Pengabdian UBB Latih Pembudidaya Terapkan Teknologi Maskulinisasi Ikan Nila

PANGKALPINANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung (UBB) memberikan pelatihan dan praktik penerapan teknologi maskulinisasi ikan nila menggunakan hormon 17α-Metiltestosteron (MT) kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mitra Mina Mandiri, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila melalui penerapan teknologi yang lebih efisien.

Program tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan menggandeng Pokdakan Mitra Mina Mandiri sebagai mitra pelaksana.

Ketua Tim Pengabdian UBB, Agung Riswandi, menjelaskan teknologi maskulinisasi diperkenalkan sebagai solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi pembudidaya ikan nila, terutama pertumbuhan ikan yang tidak seragam akibat populasi jantan dan betina yang berkembang secara alami.

“Keberadaan ikan betina dalam jumlah besar menyebabkan pemijahan dini selama masa pemeliharaan, sehingga pertumbuhan menjadi tidak optimal dan biaya produksi meningkat. Melalui teknologi ini diharapkan populasi ikan didominasi ikan jantan yang memiliki laju pertumbuhan lebih cepat,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan tim pengabdian, anggota Pokdakan Mitra Mina Mandiri, serta sejumlah pemangku kepentingan. Forum tersebut dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kondisi budidaya yang ada, memetakan berbagai persoalan di lapangan, sekaligus menyusun strategi penerapan teknologi sesuai kebutuhan kelompok.

Selanjutnya peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar teknologi maskulinisasi, mekanisme kerja hormon 17α-Metiltestosteron, prosedur aplikasi yang aman, manajemen kualitas air, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses pembenihan.

Tidak hanya menerima materi, para peserta juga mengikuti praktik langsung penerapan teknologi maskulinisasi pada larva ikan nila. Tim pengabdian mendemonstrasikan setiap tahapan mulai dari persiapan bahan, teknik aplikasi hormon sesuai prosedur, penanganan benih pascaperlakuan, hingga penerapan biosekuriti selama proses berlangsung.

Selain aspek teknis produksi, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pencatatan usaha, penerapan SOP, serta strategi pemasaran hasil budidaya agar usaha yang dijalankan semakin efisien dan berdaya saing.

Ketua Pokdakan Mitra Mina Mandiri, Hendra Gunawan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang diberikan membuka wawasan baru bagi para pembudidaya dalam menerapkan teknologi budidaya yang lebih modern.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru. Teknologi yang diperkenalkan diharapkan mampu meningkatkan hasil budidaya ikan nila sehingga produktivitas dan pendapatan anggota kelompok ikut meningkat,” katanya.

Pelaksanaan program juga mendapat dukungan dari Dinas Perikanan Kota Pangkalpinang serta SMKN 4 Pangkalpinang. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga pendidikan vokasi, dan kelompok pembudidaya dalam mendorong penerapan inovasi di sektor akuakultur.

Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Agung Riswandi, S.Pi., M.P. sebagai ketua, dengan anggota Azizah, S.Pi., M.Si. dan Berandi Suaryansyah, S.Pt., M.M.. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman melalui pendampingan langsung kepada masyarakat.

Melalui program ini, UBB berharap Pokdakan Mitra Mina Mandiri mampu menerapkan teknologi maskulinisasi secara mandiri, meningkatkan efisiensi produksi, menghasilkan benih dan ikan nila berkualitas, serta memperkuat daya saing usaha budidaya perikanan di Bangka Belitung. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi pengembangan sektor perikanan budidaya yang produktif, berkelanjutan, dan berbasis inovasi teknologi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *