BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah melalui High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026 yang digelar di Grha Maras, Kantor Bupati Bangka, Rabu (11/3/2026).
Pertemuan dipimpin langsung Bupati Bangka Fery Insani dan dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Fery Insani mengatakan momentum menjelang Idulfitri selalu diikuti meningkatnya permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok. Kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi melalui langkah-langkah yang tepat.
“Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok meningkat cukup signifikan. Karena itu, pemerintah harus memastikan pasokan tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap stabil di pasaran,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bangka bersama unsur Forkopimda akan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan stok bahan pokok penting (bapokting), kelancaran distribusi, sekaligus mengawasi potensi lonjakan harga.
Berdasarkan hasil pemantauan OPD terkait, perkembangan harga bapokting pada pekan pertama Maret 2026 mengalami kenaikan rata-rata 1,62 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Beberapa komoditas yang tercatat mengalami kenaikan harga di antaranya gula pasir, daging ayam, dan ikan.
Menurut Fery, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tidak berkembang menjadi inflasi yang lebih tinggi menjelang hari besar keagamaan.
Untuk itu, Pemkab Bangka akan mengoptimalkan strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Forkopimda, dan instansi terkait, diharapkan stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri dengan harga yang terjangkau serta pasokan yang memadai.







