SUNGAILIAT — Bupati Fery Insani menegaskan pelantikan dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka merupakan bagian dari dinamika birokrasi dan kebutuhan organisasi pemerintahan.
Hal itu disampaikan Fery usai melantik dan mengambil sumpah jabatan 15 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di Ruang OR Parai Tenggiri Kantor Bupati Bangka, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, rotasi jabatan merupakan langkah yang wajar dalam pemerintahan sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja pejabat sekaligus penyesuaian kebutuhan organisasi perangkat daerah.
“Pelantikan dan mutasi ini hal yang biasa dalam pemerintahan. Ada yang mendapat promosi jabatan, ada juga yang mengalami pergeseran atau demosi sesuai kebutuhan organisasi,” kata Fery.
Ia menjelaskan, sejak enam bulan lebih memimpin Kabupaten Bangka bersama Wakil Bupati Syahbudin, pemerintah daerah terus melakukan evaluasi terhadap susunan pejabat agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif.
Fery mengatakan penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan kemampuan masing-masing aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berusaha menempatkan pejabat yang sesuai dengan bidang dan tanggung jawabnya. Karena setiap jabatan memiliki tantangan dan target kerja masing-masing,” ujarnya.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 15 pejabat resmi menduduki jabatan baru, terdiri dari 12 pejabat eselon II dan tiga pejabat eselon III.
Sejumlah posisi strategis yang diisi antara lain Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BKPSDMD, hingga beberapa posisi asisten dan staf ahli di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka.
Selain melakukan rotasi jabatan, Pemerintah Kabupaten Bangka juga masih menyisakan beberapa posisi yang belum diisi secara definitif. Jabatan tersebut sementara dipercayakan kepada pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses penataan organisasi perangkat daerah.
Fery menyebut langkah itu dilakukan agar proses restrukturisasi birokrasi ke depan dapat berjalan lebih tertata tanpa menimbulkan gejolak internal di lingkungan pemerintahan.
“Kita ingin proses penataan ini berjalan baik dan semua pejabat tetap bisa bekerja dengan tenang,” katanya.
Ia juga memastikan dalam waktu dekat Pemkab Bangka akan membuka seleksi terbuka atau open bidding untuk jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka serta beberapa kepala OPD lainnya yang masih kosong.
Menurut Fery, Kabupaten Bangka memiliki banyak aparatur yang dinilai mampu bersaing dan memiliki kapasitas untuk mengisi jabatan strategis di pemerintahan daerah.








