PANGKALPINANG — Aktivitas yang diduga berlangsung di sebuah bangunan di kawasan Kulan, Kampak, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, kini menjadi perhatian.
Bangunan yang berada di tengah permukiman warga itu disebut-sebut difungsikan sebagai tempat penyimpanan timah balok. Secara tampilan, bangunan tersebut terlihat seperti bangunan biasa, namun memiliki karakter konstruksi yang berbeda dibandingkan dengan rumah di sekitarnya.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa bangunan digunakan bukan sebagai hunian, melainkan untuk kepentingan penyimpanan.
Perhatian terhadap lokasi ini menguat setelah aparat Polresta Pangkalpinang mengamankan sejumlah balok timah dalam operasi pada Rabu malam (1/4/2026).
Menurut sumber yang dihimpun tim redaksi, aktivitas di lokasi tersebut telah berlangsung cukup lama.
“Sudah lama, kurang lebih satu tahun. Yang kerja juga orang sekitar sini,” ujar sumber.
Menurut sumber, aktivitas di lokasi tersebut juga berkaitan dengan sopir yang diamankan aparat dalam kasus pengangkutan timah balok.
“Termasuk sopir yang ditangkap itu, dia juga dari situ,” katanya.
Penelusuran lebih lanjut mengarah pada dugaan adanya aliran dana dari luar daerah yang menopang aktivitas tersebut.
Seorang sumber menyebut sosok Ikbal, yang dikenal sebagai “bos ayam”, sebagai pihak yang diduga memberikan dukungan pendanaan.
“Dana itu dari Ikbal, dia yang membiayai,” ujar sumber.
Menurut sumber, Ikbal diketahui tinggal di Jakarta dan tidak berdomisili di Bangka Belitung. Keterlibatannya disebut berlangsung melalui jaringan yang terhubung dengan aktivitas di lapangan.
Dana tersebut diduga digunakan untuk mendukung operasional, mulai dari penyimpanan hingga distribusi timah balok. Namun, informasi ini masih dalam tahap penelusuran dan belum terkonfirmasi secara resmi.
Selain dugaan aliran dana, penelusuran juga mengarah pada kemungkinan keterkaitan dengan oknum aparat.
Seorang anggota kepolisian berinisial Ba disebut dalam keterangan sumber memiliki keterkaitan dengan aktivitas tersebut.
Menurut sumber, Ba diduga menerima dukungan dana dari Ikbal. Keduanya disebut saling mengenal melalui seorang rekannya berinisial Ar yang disebut bertugas di salah satu satuan kepolisian di wilayah Tanjung Gunung.
“Kenalnya dari Ar,” ujar sumber singkat.
Di sisi lain, sumber yang menyebut berasal dari Satgas Tricakti mengungkap bahwa aktivitas ilegal serupa diduga tidak hanya terjadi di satu lokasi.
“Sebetulnya banyak sekali aktivitas ilegal yang terjadi, bahkan ada yang diduga dibackingi oleh oknum aparat,” ungkapnya.
Ia menyebut upaya persuasif telah dilakukan sebelumnya untuk menghentikan aktivitas tersebut.
“Kita sudah berusaha secara persuasif, disuruh berhenti. Tapi memang sulit dikasih tahu,” ujarnya.
Karena tidak adanya perubahan, tindakan penegakan akhirnya dilakukan.
“Makanya akhirnya kita lakukan penindakan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterkaitan bangunan tersebut maupun nama-nama yang disebut dalam penelusuran.
Seluruh informasi yang diperoleh masih bersumber dari keterangan yang membutuhkan verifikasi lebih lanjut. Redaksi masih terus melakukan pendalaman dan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.








