Pembangunan Tangkis Laut di Pulau Sabuntan Dinilai tidak Bermanfaat, Masyarakat Kecewa

Suaranusantara.online

SAPEKEN, SUMENEP – Pembangunan tangkis laut di Pulau Sabuntan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur menuai kritik keras dari masyarakat setempat. Proyek yang dinilai tidak memiliki kejelasan anggaran ini dianggap tidak memberikan manfaat optimal bagi kepentingan masyarakat.

Tangkis laut sepanjang kurang lebih 20 meter ini dibangun pada tahun 2025, di lokasi yang dalam, sehingga dipertanyakan efektivitasnya dalam melindungi pantai dari abrasi. Pemilihan lokasi yang tidak tepat ini menimbulkan keraguan tentang perencanaan teknis proyek tersebut yang asal – asalan

“Bagaimana bisa tangkis laut dibangun di tempat yang dalam? Ini jelas tidak akan berfungsi maksimal,” keluh salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Yang lebih mengkhawatirkan, pembangunan tangkis laut ini menggunakan batu karang yang diambil langsung dari laut setempat. Padahal, di Pulau Sabuntan tersedia batu gunung yang jauh lebih mudah diakses dan tidak merusak ekosistem laut.

Penggunaan batu karang dari laut dinilai kontraproduktif, karena justru merusak terumbu karang yang seharusnya dilindungi. Sementara itu, batu gunung yang tersedia di pulau tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik.

Masyarakat juga mempertanyakan transparansi anggaran proyek ini. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai sumber dana dan besaran anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan tangkis laut tersebut.

“Kami tidak tahu berapa anggaran yang digunakan dan dari mana sumbernya. Transparansi seperti ini yang membuat masyarakat tidak percaya,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Menghadapi berbagai permasalahan ini, masyarakat Pulau Sabuntan mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tangkis laut ini. Mereka berharap ada perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur ini.

Pihak Pemkab Sumenep hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik masyarakat terhadap pembangunan tangkis laut di Pulau Sabuntan ini.

Begitu juga kepala desa Sabuntan yang berlagak goblok dan lebih memilih bungkam seperti orang bisu.

Berita ini ditulis berdasarkan keluhan masyarakat setempat dan fakta di lapangan, belum lama ini.

(GUSNO)

Pos terkait