UBB Gelar Kuliah Umum “Break The Pattern”, Bahas Ilmu Penciptaan Nilai Transformatif

BANGKA — Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar kuliah umum bertajuk “Break The Pattern: The Science of Transformational Value Creation” Senin, 23 Juni 2025, di Ruang Akustik Gedung Timah 1, Kampus Terpadu UBB. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ahmad Rahman Songip, pakar Manajemen Inovasi dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan dipandu oleh Dr. Reniati, S.E., M.Si., Koordinator Program Studi Magister Manajemen UBB.

Acara ini diinisiasi oleh Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Universitas Bangka Belitung. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan perwakilan dosen dari berbagai fakultas, tetapi juga menyatukan semangat baru, khususnya dari para dosen-dosen muda yang bersiap mengajar di semester mendatang dengan lebih antusias, lebih reflektif, dan tentunya lebih menginspirasi mahasiswa. Ini juga merupakan bagian dari internasionalisasi yang dijalankan oleh UBB agar semakin unggul membangun peradaban.

Kuliah umum diikuti oleh lebih dari 80 dosen lintas fakultas. Acara ini mengangkat semangat “Break The Pattern”, yaitu mendorong individu dan institusi untuk keluar dari pola pikir lama yang stagnan, menuju transformasi nilai yang berkelanjutan dan berdampak.

Dr. Reniati menjelaskan bahwa tema kuliah umum ini diangkat dari judul buku karya Prof. Ahmad yang terbit pada tahun 2018. Buku tersebut membahas konsep the science of transformational value creation—yakni ilmu mentransformasikan nilai dalam organisasi atau perusahaan agar mampu meningkatkan kinerja menuju keunggulan bersaing yang berkelanjutan.

“Konsep ini bukan sekadar teori. Prof. Ahmad telah mengimplementasikan pendekatan ini di berbagai organisasi besar seperti Petronas, Shell, SPAN, ORACLE, NAZA, hingga lingkungan kampus UTM sendiri,” ujar Dr. Reniati.

Dalam paparannya, Prof. Ahmad menekankan bahwa menciptakan nilai tidak bisa hanya mengandalkan status quo atau rutinitas. Perubahan besar membutuhkan keberanian untuk mengevaluasi diri, menumbuhkan empati dalam kepemimpinan, dan menyelaraskan misi organisasi dengan perubahan zaman.

Salah satu peserta, Dr. Robin, Wakil Dekan I Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi (FPPB) UBB, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru.

“Ini tentang bagaimana kita keluar dari pola-pola lama, seperti merasa hebat sendiri. Padahal kita butuh berkembang. Ibarat anak ayam memecahkan cangkang, kita harus berani mengkritik diri sendiri, bahkan meminta orang lain mengkritik kita demi validasi dan pengembangan potensi,” ungkapnya.

Menurut Dr. Robin, sikap terbuka terhadap kritik dan kesadaran atas kekurangan adalah bekal penting bagi dosen-dosen muda agar bisa menjadi insan akademik yang tidak hanya dinamis, tetapi juga berkesan dan bermakna bagi mahasiswa dan lingkungan kampus.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari komitmen UBB dalam mendorong budaya inovasi, refleksi kritis, serta penguatan jejaring akademik internasional. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yaitu menghadirkan ilmu yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan institusi.

Pos terkait