Delapan Pasien dari Kepulauan Kangean Dirujuk ke Daratan Sumenep, Masyarakat Pertanyakan Keberadaan Dokter di RSUD Abuya

Suaranusantara.online

SUMENEP, MADURA – Sebanyak delapan pasien dari Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terpaksa dirujuk ke daratan Sumenep, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, Minggu (09/02/2025),

Salah seorang pasien yang berasal dari Desa Pandeman, Kecamatan Arjasa, menjadi sorotan utama di grup media sosial “Kepulauan Ngobar Kangean”.

Masyarakat Kepulauan Kangean mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait kondisi RSUD Abuya Kangean yang kekurangan dokter.

Mereka mempertanyakan keberadaan dokter yang seharusnya bertugas di rumah sakit tersebut.

“Kami masyarakat Kepulauan Kangean sangat mengeluhkan nasib kami jika sakit. Ketika pas dirujuk ke daratan, ironisnya faktor cuaca yang tidak bersahabat adalah menembus terjangan ombak,” ujar salah satu anggota grup.

Kekhawatiran ini mendorong salah seorang anggota grup untuk menghubungi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumenep, menanyakan perihal keberadaan dokter di RSUD Abuya Kangean.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kadinkes Sumenep menjelaskan, bahwa pihaknya masih berupaya mencari dokter spesialis untuk bertugas di RSUD Abuya Kangean.

“Dokter spesialis masih disiapkan oleh kami dan Dinkes Provinsi. Di bulan ini masih belum ada yang mendaftar untuk bertugas di Abuya,” jelas Kadinkes kepada H. Daeng Sultan, Minggu (09/02/2025).

Kadinkes Sumenep juga menyampaikan komitmennya untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan di RSUD Abuya Kangean, sehingga masyarakat kepulauan tidak perlu lagi dirujuk ke daratan.

“Ini masih kami upayakan lagi mencari daftar yang bisa bertugas di bulan ini,” ujarnya.

Situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya ketersediaan tenaga medis yang memadai di daerah-daerah terpencil seperti Kepulauan Kangean.

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk mengatasi kekurangan dokter di RSUD Abuya Kangean, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan dapat ditingkatkan.

Sementara hingga berita ini diturunkan Direktur RSUD Abuya Kangean, dr. Dayat Kalio belum bisa dihubungi. Awak media masih terus berupaya sampai mendapatkan informasi atas kejadian tersebut.

(GUSNO)

Pos terkait