26 Siswa SDN Taman Sari Diduga Keracunan Usai Menyantap Menu MBG

 

LAMPUNG TENGAH,

Suara Nusantara.Online —

Sebanyak 26 siswa SDN Taman Sari, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah Lampung, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026).

Para siswa tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Karang Anyar untuk mendapatkan pertolongan dan pemeriksaan medis.

Informasi yang beredar menyebutkan, dugaan gangguan kesehatan tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedung Harta, Kecamatan Selagai Lingga.

SPPG tersebut tercatat dalam daftar unit SPPG operasional Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut sumber yang viral di medsos akun FB, Andres Ramadhan ia menyebutkan, 26 siswa yang diduga mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Sumber juga menyebutkan adanya dugaan bahwa daging ayam yang menjadi bagian dari menu dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Namun, dugaan mengenai kondisi daging ayam tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan dari pihak berwenang, termasuk pemeriksaan sampel makanan maupun keterangan medis dari siswa yang terdampak.

“Kami berharap kejadian ini segera ditangani dan dilakukan pemeriksaan agar penyebab sebenarnya dapat diketahui,” ujar sumber tersebut.

Atas kejadian itu, pihak pengelola SPPG Gedung Harta, termasuk Kepala SPPG (KA SPPG), diharapkan memberikan penjelasan dan bertanggung jawab sesuai kewenangan apabila nantinya hasil pemeriksaan menunjukkan adanya persoalan dalam penyediaan makanan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak SPPG Gedung Harta maupun instansi terkait mengenai jumlah pasti siswa yang mengalami gangguan kesehatan, kondisi para siswa, serta hasil pemeriksaan medis.

Keterangan resmi dari pihak sekolah, Puskesmas Karang Anyar, SPPG Gedung Harta, dan instansi terkait masih diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Penulis : Mansur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *