Panitia Ingkar Janji, Tim Serkel Alam Kecewa Hadiah Turnamen Tarik Tambang Berubah Sepihak

Tim Tarik Tambang “Serkel Alam” di acara malam penerimaan hadiah di lapangan Bawang Mas, Desa Batu Belah Timur, Kecamatan Dasok-Sumenep. (Foto: Dok)

Suaranusantara.online

SUMENEP – Gelaran turnamen tarik tambang se-Kabupaten Sumenep yang digelar di Lapangan Bawang Mas, Desa Batu Belah Timur, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berakhir dengan kekecewaan.

Tim Serkel Alam dari Kecamatan Ambunten menuding panitia penyelenggara melanggar kesepakatan hadiah yang telah disepakati, khususnya untuk juara keempat.

Turnamen yang mencapai puncaknya pada Sabtu malam, 25 Oktober 2025, diwarnai polemik saat penyerahan hadiah. Alih-alih menerima televisi seperti yang dijanjikan, juara keempat hanya mendapat kompor gas dan uang kompensasi Rp 200 ribu

Seorang pendukung Tim Serkel Alam yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya kepada media ini.

“Untuk hadiah juara nomor 1-3 itu sudah sesuai dengan yang dijanjikan panitia Mas, hanya untuk hadiah juara nomor 4 tiba-tiba diberi kompor gas yang seharusnya TV Live sesuai dengan perjanjian,” papar A, Sabtu (25/10/2025).

Ia menegaskan, bahwa persoalannya bukan pada nilai hadiah, melainkan komitmen panitia yang dipertanyakan masyarakat, terutama pendukung Tim Serkel

“Saya selaku pendukung tim Serkel Alam sangat kecewa, bukan masalah nilai hadiah, tapi komitmennya yang diketahui masyarakat luas se-Kabupaten Sumenep,” tambahnya.

Kekecewaan tersebut makin mendalam mengingat tim Serkel Alam biaya pendaftaran sebesar dua ratus lima puluh ribu rupiah semua dari masayarakat Desa Belluk Raja namun panitia diakhir penyerahan hadiah tidak komitmen, sedangkan turnamen tersebut tidak berjalan mulus sejak awal.

Acara yang berlangsung meriah ini justru diwarnai tragedi dengan jatuhnya peserta tarik tambang hingga korban jiwa di lapangan.

Ketua Tim Tarik Tambang Serkel Alam, Rasid, saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Minggu (26/10/2025), membenarkan, bahwa timnya meraih posisi keempat.

“Kemampuan tim kami Serkel Alam hanya bisa mempersembakan kepada masyarakat Kecamatan Ambunten juara empat, cuman hadiahnya tiba-tiba kompor gas, tidak sesuai dengan perjanjian awal dan kami diberi kompensasi sebesar 200 ribu rupiah di panggung penerimaan hadiah, Sabtu (25/10/2025),” jelasnya.

Rasid menyayangkan sikap panitia yang tidak memberikan konfirmasi sebelumnya jika terjadi perubahan hadiah.

Perubahan sepihak ini dinilai tidak profesional dan merugikan tim yang telah berjuang dalam kompetisi.

Turnamen yang diikuti tim-tim dari berbagai kecamatan di Sumenep ini menghasilkan peringkat sebagai berikut:

– Juara 1 : Tim dari Kecamatan Bluto – Hadiah sepeda motor matic
– Juara 2 : Tim dari Desa Belluk Raja, Kecamatan Ambunten – Hadiah sepeda listrik (mayoritas pemain dari Desa Kambingan, Kecamatan Saronggi yang di-bon)
– Juara 3 : Tim dari Kecamatan Bluto – Hadiah kulkas
– Juara 4 : Tim Serkel Alam, Dusun Congkak, Desa Belluk Raja, Kecamatan Ambunten – Hadiah kompor gas (seharusnya televisi)

Hingga berita ini diturunkan, ketua panitia turnamen tarik tambang yang diselenggarakan di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, tidak merespons upaya media ini untuk meminta klarifikasi. Baik melalui chat WhatsApp maupun sambungan telepon, nomor yang dihubungi hanya berdering tanpa ada jawaban.

Ketidakhadiran klarifikasi dari panitia semakin menguatkan dugaan adanya mismanajemen dalam penyelenggaraan turnamen yang seharusnya menjadi ajang olahraga tradisional yang membanggakan.

Insiden ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya transparansi dan komitmen penyelenggara dalam setiap kompetisi olahraga, terutama yang melibatkan masyarakat luas.

(GUSNO)

Pos terkait