Pangkalpinang Gelar Pelatihan Sertifikasi Teknisi AC, Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal

PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung menggelar Pelatihan Keterampilan Kerja Sertifikasi Kompetensi Program Pelatihan Teknisi Perawatan AC Residential Tahun Anggaran 2025, Rabu (5/11/2025), di Balai Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang.

Kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta terpilih dari berbagai kelurahan di Kota Pangkalpinang. Pelatihan berlangsung selama 10 hari, mulai 3 hingga 17 November 2025, dan akan diakhiri dengan uji kompetensi oleh asesor dari BPVP Belitung.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Belitung yang menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan. Ia menekankan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk:

1. Meningkatkan kompetensi peserta dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang relevan dengan dunia industri.

2. Mengembangkan kompetensi kerja, disiplin, dan etos kerja berbasis integritas.

3. Menciptakan link and match sehingga peserta memiliki kapabilitas bersertifikasi yang diakui secara resmi.

Lebih lanjut, dua instruktur yang berpengalaman dari BPVP Belitung dan PT Pahala Harapan Lestari akan memandu pelatihan, sementara asesor bersertifikasi dari BPVP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menilai kompetensi peserta di akhir program.

Selanjutnya, pemutaran video profil BPVP Belitung memperkenalkan visi dan misi balai pelatihan, termasuk program peningkatan kompetensi tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan industri lokal dan global. Video tersebut menekankan pentingnya SDM berkualitas sebagai kunci pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.

Di penghujung acara, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayu Tisna, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk meningkatkan kualitas SDM agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

“Kami berharap peserta pelatihan ini dapat memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan harus benar-benar diterapkan di dunia kerja, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Kota Pangkalpinang,” ujar Dessy.

Ia juga menyebutkan, berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Pangkalpinang pada 2024 mencapai 5,98 persen, naik 0,22 persen dari tahun sebelumnya. Pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di daerah.

“Tenaga kerja tersertifikasi sangat dibutuhkan industri, dan pelatihan ini menjadi bekal penting agar peserta siap bersaing di dunia kerja, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” tutup Dessy.

Pos terkait