PANGKALPINANG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang menerima kunjungan mahasiswa Program Studi Kriminologi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dalam rangka kegiatan kuliah lapangan mata kuliah Penologi, Selasa (24/6/2025).
Kegiatan akademik ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa terkait sistem pemasyarakatan, pelaksanaan tugas, serta fungsi pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Maman Hermawan, menyambut langsung para mahasiswa dan membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Maman menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif terhadap fungsi lapas sebagai bagian dari sistem peradilan pidana.
“Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga sarana pembinaan untuk membentuk pribadi yang lebih baik. Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat menyaksikan langsung proses ini,” ujar Maman.
Selama kunjungan, mahasiswa menerima pemaparan mengenai struktur organisasi lapas, tugas dan fungsi setiap seksi, pelayanan kesehatan bagi warga binaan, serta beragam program pembinaan kepribadian dan kemandirian.
Dalam aspek pembinaan kepribadian, Lapas Narkotika Pangkalpinang mengembangkan kegiatan seperti upacara bendera, pemutaran lagu nasional, dan pelibatan warga binaan dalam kegiatan kepramukaan. Sementara itu, untuk pembinaan kemandirian, warga binaan dilibatkan dalam pelatihan keterampilan seperti pertanian, perbengkelan, barista, menjahit, serta pembuatan roti dan pempek.
Produk-produk hasil kegiatan ini turut dipasarkan dan menyumbang pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Mahasiswa juga diajak mengunjungi langsung berbagai area pembinaan kemandirian seperti lahan pertanian, kolam ikan, ruang kerja (giatja), serta bengkel keterampilan. Selain itu, mereka mendapat penjelasan tentang pelaksanaan putusan pengadilan, hak-hak warga binaan seperti remisi dan integrasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan dunia akademik dengan praktik sistem pemasyarakatan di lapangan. Dengan pengalaman langsung ini, diharapkan para mahasiswa Kriminologi semakin memahami kompleksitas sistem pemasyarakatan di Indonesia.








