KANGEAN KEMBALI TERHUBUNG: KMP Munggiyango Hulalo Berlayar Usai Seminggu Terisolasi Cuaca Ekstrem

Kawilker Kangean, Jaenal, SH (tengah nomor empat dari kiri) bersama delapan anggotanya

Suaranusamtara.online

Bacaan Lainnya

KANGEAN, MADURA – Setelah hampir seminggu terisolasi akibat cuaca ekstrem yang melumpuhkan jalur pelayaran, ribuan warga Kepulauan Kangean akhirnya dapat menghela napas lega. Senin pagi (19/1/2026).

Munggiyango Hulalo – kapal penghubung vital antara Kangean dan Kalianget – kembali berlayar dari Pelabuhan Batuguluk Kangean, menuju Pelabuhan Kalianget, menandai berakhirnya isolasi yang mencekam bagi masyarakat kepulauan.

Keberangkatan kapal ini menyusul perbaikan kondisi cuaca dalam tiga hari terakhir, setelah gelombang tinggi dan angin kencang yang mengancam keselamatan pelayaran berangsur mereda.

Normalisasi operasional kapal ini membawa angin segar bagi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat yang selama ini bergantung sepenuhnya pada transportasi laut.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sapeken, Herman, melalui Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Kangean, Jaenal, memberikan izin berlayar setelah memastikan kondisi cuaca membaik berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kondisi cuaca dari tanggal 17 hingga hari ini, Senin, 19 Januari 2026, cukup aman dan intensitasnya menurun. Saya memantau aplikasi BMKG, semuanya menunjukkan indikator hijau,” ungkap anggota Kantor Syahbandar Sapeken dalam sambungan telepon WhatsApp, Senin (19/1/2026).

Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB, Kawilker Kangean Jaenal bersama timnya turun langsung memantau kesiapan keberangkatan KMP Munggiyango Hulalo dari Pelabuhan Batuguluk.

Pengawasan ketat ini memastikan semua aspek keselamatan terpenuhi sebelum kapal mengangkut ratusan penumpang dan mobil barang, mobil pribadi serta sepeda yang tertunda.

“Kami memahami kegelisahan masyarakat selama isolasi ini berlangsung. Namun, keputusan menunda keberangkatan kapal adalah keputusan yang tidak mudah, namun harus kami ambil. Atas perintah Kepala UPP Kelas III Sapeken, Herman, dan berdasarkan perbaikan data cuaca BMKG, kami memberikan izin berlayar untuk KMP Munggiyango Hulalo pada Senin pagi ini. Keselamatan penumpang dan awak kapal adalah prioritas utama kami. Saya dan tim turun langsung memastikan semua prosedur keselamatan terpenuhi sebelum kapal berangkat. Ini adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat Kangean,” ungkap Jaenal

Menanggapi keluhan masyarakat terkait penundaan keberangkatan kapal selama hampir seminggu, pihak Syahbandar Sapeken menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil semata-mata demi keselamatan.

“Masyarakat harus memahami, penundaan keberangkatan kapal beberapa hari lalu adalah untuk menjaga keselamatan kita bersama – baik penumpang maupun awak kapal. Ini bukan keputusan sembarangan, tapi berdasarkan data meteorologi akurat dari BMKG,” tegas pihak Syahbandar Sapeken.

Jainal menambahkan bahwa meski BMKG menjadi acuan utama, keputusan operasional tetap mempertimbangkan berbagai aspek teknis di lapangan dan kebijakan pimpinan pelabuhan masing-masing.

“Kalau dari BMKG mungkin tidak ada masalah, tapi kami di Kawilker Kangean yang merupakan bagian dari UPP Kelas III Sapeken kadang bergantung pada kebijakan pimpinan pelabuhan. Yang pasti, patokan tetap dari BMKG. Terkait keberangkatan kapal penumpang, semua tergantung kebijakan pimpinan masing-masing karena menyangkut kondisi pelabuhan yang berbeda-beda,” jelasnya.

Roda Ekonomi Kepulauan Kembali Berputar
Hingga Senin sore, KMP Munggiyango Hulalo dilaporkan telah berlayar dari Pelabuhan Batuguluk dan diperkirakan sandar di Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 19.00 WIB.

Normalisasi pelayaran ini bukan hanya memulihkan mobilitas ribuan warga, tetapi juga kelancaran distribusi bahan pokok, obat-obatan, dan kebutuhan vital lainnya yang sempat tersendat.

Antrian kendaraan, barang dan penumpang yang menumpuk di berbagai pelabuhan perlahan mulai terurai. Namun, otoritas pelabuhan tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dan selalu memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan laut.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan petugas pelabuhan demi keselamatan bersama dalam setiap perjalanan laut,” pungkas pihak Syahbandar.

Di balik penundaan yang sempat memicu keresahan, terdapat komitmen kuat untuk menjaga setiap nyawa yang berlayar di lautan – sebuah prioritas yang tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apapun.

Catatan Redaksi: Masyarakat dapat memantau kondisi cuaca maritim terkini melalui aplikasi resmi BMKG atau menghubungi kantor pelabuhan setempat sebelum melakukan perjalanan laut.

GUSNO

Pos terkait