Suaranusantara.online
LANGKAT Walaupun lelang pengelola parkir sudah selesai, tetapi proses lelangnya masih menjadi trending topik yang masih hangat dibicarakan publik.
Hal ini tentunya tidak terlepas dari tidak transparannya proses lelang,dimulai dari dilarangnya awak media melakukan peliputan dalam proses lelang hingga tidak kunjung diumumkannya nama peserta yang mengikuti proses lelang.
Ditambah lagi dengan bungkamnya Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kubupaten Langkat, Arie Ramadhany saat dikonfirmasi tentang lelang pengelolaan parkir sehingga menimbulkan asumsi publik yang menduga pemenang pengelola parkir sudah diatur secara sistematis.
Menyikapi hal tersebut, Suprianto Ketua Aliansi Mahasiswa Langkat saat ditemui di Stabat, (19/06/2025) angkat bicara. Menurutnya lelang pengelola parkir hanya formalitas belaka.
“Saya mendengar cerita,sebelum lelang dimulai ada beberapa peserta yang sudah melalukan lobi-lobi ke pejabat dinas perhubungan dan bila informasi ini benar adanya,tentunya ini sangat merusak nama baik Bupati Langkat H. Syah Affandin SH,” kata Suprianto.
Suprianto juga berencana dalam waktu dekat ini akan melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Langkat, Provinsi Sumatera Utara untuk meminta kepada H. Syah Affandin mengevaluasi jabatan kepala dinas perhubungan karena dinilai tidak profesional dalam melaksanakan lelang pengelola parkir.
“Sebagai sosial control, kami tentunya tidak bisa mendiamkan hal ini, untuk itu saya dan kawan-kawan akan mengkritisi melalui aksi damai di depan Kantor Bupati Langkat,” tegas Suprianto.
Seperti diketahui pengumuman pemenang pengelola parkir sudah diumumkan tanggal 28 Mei 2025, sedangkan tanda tangan kontrak sudah dilaksanakan tanggal 2 Juni 2025 yang lalu.
(Eea)








