Trimurjo,Lam-Teng,
SuaraNusantara.Online-
Terbidik kondisi badan jalan Muntilan Kecamatan Trimurjo,puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan kini kondisinya sangat memprihatinkan, bila tahun 2026 ini belum juga ada perbaikan Elemen masyarakat ancam tidak ikut mensyukseskan pada pilkada dan Pileg mendatang (GOLPUT).
sebagai mana di utarakan Pandu (30), warga setempat kepada jejaring media ini menuturkan.
Jalan poros Muntilan ini padat dan ramai lalulintasnya pasalnya ini jalan poros alternatif dari jalan utama Tigeneneng kota metro menuju wates terus ke kabupaten lampung-Tengah, selain itu di dalam sana banyak kampung yang warganya melintas di jalan muntilan ini bila mau ke kecamatan Trimurjo dan ke kota metro tukasnya.
Ironisnya badan jalan ini sudah puluhan tahun tidak tersentu perbaikan sehingga kondisinya sangat memprihatinkan, berdebu bila musim panas dan penuh kubangan air bila hujan turun,dan kecelakaan tunggal hampir setiap hari kita dengar akibat kendaraan terperosok lubang tukas nya.
kalau tahun 2026 ini belum juga ada niatan pemerintah baik Peovinsi maupun kabupaten kami akab boikot untuk Pilkada maupun Pileg yang akan datang kami warga Trimurjo sepakat untuk tidak memilih (Golput) pungkas nya.

Senada di utarakan sesepuh Tokoh masyarakat trimurjo Mbah,Yit (75),warga menyapa nya,
Untuk kecamatan trimurjo yang terdiri dari 3 kelurahan dan 11 kampung, penduduknya sangat pada,dan letak geografis nya berdampingan dengan Kota metro,pesawaran dan di lintasi jalan raya Bandar lampung ke kota metro,artinya tidak berlebihan bila kami menuntut baik Pemrov maupun kabupaten lampung-Tenga memprioritaskan infrastruktur jalan guna kelancaran mobilisasi warga kususnya para petani yang mengangkut hasil panen tukas Mbah.Yit.
Masih di sampaikan Mbah Yit. Ada 2 jalur poros yang pontensial menghubungkan antar kampung di dalam sana sampai ke pusat pemerintahan kabupaten lam-Teng,
Yakni jalan Poros karang Bolong sampai ke jalan wates Metro kurang lebih sepajang 6 Km, dan yang satu lagi jalan Poros Muntilan sampai ke Bumiratu nuban sepanjang kurang lebih 5 Km,.
Ke dua jalan poros ini padat lalulintas ya namun kondisi badan jalanya hancur lebur, sangat membahayakan pemotor kusus nya,.
Ironisnya puluhan tahun belum juga tersentuh perbaikan, untuk itu kami kecewa kepada pemerintah dan untuk periode mendatang lebih baik kami diam saja tidak turut mensyukseskan pesta Pilkada maupun Pileg kalau tahun ini belum juga ada tanda-tanda kedua poros jalan yang saya maksud tidak juga di perbaiki tutup Mbah Yit. (Gusti)








