Bos Dayat Diduga Kabur: Pengendali Jaringan Timah Ilegal Keranggan–Tembelok Menghilang Setelah Dua Kolektor Ditangkap

MENTOK, BANGKA BARAT — Jejak yang selama ini dianggap sebagai pintu masuk mengurai jaringan timah ilegal di perairan Keranggan–Tembelok mendadak lenyap. Setelah Polres Bangka Barat menangkap dua kolektor lapangan, Aldi Lesmana (28) dan Aries (41), pada Jumat malam (5/12/2025), figur yang oleh banyak sumber di lapangan disebut sebagai Bos Dayat—diduga pengendali aktivitas timah ilegal di kawasan itu—hilang seketika dari radar publik.

Selama sepekan terakhir, berbagai upaya konfirmasi dilakukan wartawan—dari pintu rumah, jaringan lapangan, hingga lokasi yang disebut-sebut sebagai titik operasional. Hasilnya nihil. “Nomor tidak aktif, semua orang dekatnya memasang tembok,” kata salah satu jurnalis yang ikut memburu jejaknya.

Warga pesisir yang biasa menyaksikan dinamika tambang ilegal juga merasakan kejanggalan yang sama. “Biasanya nama dia selalu muncul. Sekarang sunyi, seperti disapu,” ujar seorang warga yang tinggal tak jauh dari jalur ponton.

Ketenangan tiba‑tiba itu tidak hanya terjadi pada sosok Bos Dayat. Gudang Marry, lokasi yang selama ini disebut sebagai simpul distribusi pasir timah, juga tampak mati total. Gudang di Majelang Lama itu tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas selama beberapa hari terakhir. Orang-orang yang biasanya keluar masuk, hilang. Pintu yang biasanya terbuka, kini tertutup rapat.

Hingga kini, Polres Bangka Barat belum menyampaikan penjelasan mengenai apakah hilangnya Bos Dayat berkaitan dengan pengembangan kasus, dan apakah figur yang disebut warga sebagai pengendali itu masuk dalam daftar pihak yang diburu.

Sumber-sumber di pesisir menilai pola ini bukan hal baru. “Kalau yang kena cuma pengumpul lapangan, tidak akan ada perubahan. Yang di atasnya harus disentuh. Kalau tidak, ya tidak selesai,” ujar seorang nelayan yang sudah puluhan tahun mencari ikan di pesisir Mentok.

Sementara ruang gerak aparat masih belum terlihat, di lapangan masyarakat justru melihat tanda-tanda bahwa jaringan besar sedang merapikan jejak dan menarik diri sementara waktu. Hilangnya Bos Dayat dari peredaran dinilai hanya menguatkan dugaan bahwa struktur jaringan itu jauh lebih terorganisir daripada yang tampak.

Bagi warga yang kini hidup berdampingan dengan ponton-ponton ilegal, ada satu pertanyaan yang menggantung: apakah penegakan hukum sedang berhenti di lapisan terbawah, atau berani menyentuh figur yang selama ini bergerak di ruang gelap?

Pos terkait