Prof Udin Dorong Penempatan ASN Pangkalpinang Berbasis Kompetensi dan Manajemen Talenta

PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin atau Prof Udin, mendorong pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) berbasis kompetensi dan potensi melalui kegiatan Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN).

Program ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang memetakan kemampuan, kualifikasi, dan potensi pegawai sebagai bahan pertimbangan dalam penempatan jabatan serta pengembangan karier ASN.

Kegiatan yang difasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang tersebut berlangsung di UPT BKN Kota Pangkalpinang, Selasa (13/10/2026).

Dalam arahannya, Prof Udin menekankan pentingnya mengenali karakteristik dan kemampuan setiap pegawai agar penempatan tugas sesuai dengan kebutuhan organisasi serta kompetensi yang dimiliki.

Menurutnya, setiap ASN memiliki kecenderungan dan kemampuan kerja yang berbeda. Ada pegawai yang lebih sesuai menjalankan tugas lapangan, sementara lainnya memiliki kemampuan lebih dalam pekerjaan administratif maupun pelayanan di kantor.

Pemetaan tersebut diharapkan membantu pemerintah daerah menempatkan pegawai secara lebih tepat sehingga pelaksanaan tugas berjalan efektif dan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Manajemen Talenta Jadi Pertimbangan Pengembangan Karier

Selain pemetaan kompetensi, Pemkot Pangkalpinang juga mendorong penerapan manajemen talenta dalam pengelolaan karier ASN.

Pendekatan ini mempertimbangkan potensi, kompetensi, dan rekam jejak kinerja pegawai untuk mendukung pengembangan karier serta pengisian jabatan sesuai kebutuhan organisasi dan ketentuan yang berlaku.

Dalam materi kegiatan, pemetaan manajemen talenta dijelaskan melalui pengelompokan sembilan level. Pengelompokan tersebut menjadi bagian dari proses identifikasi potensi dan kesesuaian pegawai dengan kebutuhan organisasi.

Melalui sistem ini, pengembangan karier ASN diharapkan berlangsung lebih terukur dengan mempertimbangkan kemampuan dan hasil kerja, bukan semata-mata berdasarkan masa kerja.

Meski demikian, hasil profiling tetap menjadi bagian dari proses pengelolaan ASN dan perlu diterapkan sesuai prinsip sistem merit serta mekanisme pengisian jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Prof Udin Tekankan Pentingnya Dokumentasi Kinerja

Dalam kesempatan tersebut, Prof Udin juga mengingatkan pentingnya dokumentasi dalam setiap pelaksanaan pekerjaan kedinasan.

Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan harus memiliki catatan dan bukti pelaksanaan yang jelas agar dapat ditelusuri serta dievaluasi. Dokumentasi menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang tertib dan akuntabel.

Rapat, konsultasi resmi, koordinasi, hingga pelaksanaan program kerja perlu didukung dokumentasi yang memadai. Dengan begitu, hasil pekerjaan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing pegawai.

Penekanan tersebut sejalan dengan kebutuhan organisasi pemerintahan untuk memiliki rekam jejak kerja yang dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus menjadi bahan dalam menilai kinerja aparatur secara lebih objektif.

Melalui ProASN dan pengembangan manajemen talenta, Pemkot Pangkalpinang berharap pengelolaan sumber daya manusia aparatur semakin terarah. Pemetaan kompetensi, potensi, dan kinerja diharapkan dapat membantu pemerintah daerah membangun birokrasi yang profesional, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *