Perkuat Ekonomi Keluarga Berbasis Lingkungan, KKN Berdampak 194 UMM Gelar Pelatihan Eco-Coaster

Suaranusantara.online

LAMONGAN – Sebagai upaya mengurangi populasi enceng gondok di perairan desa serta menghasilkan produk rumah tangga bernilai dari bahan baku yang tersedia gratis di lingkungan, KKN berdampak 194 UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) gelar pelatihan Eco-coaster bersama warga Desa Gedongboyountung, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan (24/8/2026).

Menurut Mawadatus Salma (salah satu pemateri pelatihan Eco-coaster) mengatakan, yang melatarbelakangi edukasi sekaligus pelatihan Eco-coaster tersebut lantaran banyaknya limbah jenis enceng gondok yang tumbuh liar dan tidak terkendali di perairan sekitar desa yang menjadi masalah lingkungan.

Kondisi tersebut dapat menyumbat aliran air dan mempercepat pendangkalan, karena itu memunculkan ide bagi KKN berdampak 194 UMM untuk memberikan sebuah pelatihan dan edukasi pemanfaatannya menjadi produk yang bernilai.

“Adanya populasi enceng gondok yang tumbuh liar seakan tak terkendali, hal tersebut memunculkan ide bagi kami KKN berdampak 194 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Dosen Pembimbing Lapangan M. Irkham Mamungkas, S.T, M.T Koordinator Desa KKN berdampak 194 UMM Ahmad Dimas Putra Deva, melakukan edukasi kepada warga terkait pemanfaat limbah Enceng gondok menjadi produk yang bernilai”,
“Diantara tujuan pokok kegiatan pelatihan Eco-coaster adalah mengurangi populasi eceng gondok di perairan desa, membekali warga dengan keterampilan dasar menganyam yang mudah di pelajari dalam waktu singkat,serta menghasilkan produk rumah tangga bernilai jual dari bahan baku yang tersedia gratis di lingkung”,
“Selain itu, tatakan gelas yang kita jadikan sebagai kerajinan utama yang kita praktikkan karena teknik pembuatannya paling dasar sehingga dapat dikuasai warga hanya dalam satu kali sesi pelatihan”,
“Dengan pelatihan serta edukasi yang kita lakukan kepada warga Gedongboyountung, kami berharap agar populasi eceng gondok di perairan desa dapat berkurang, dan warga mampu meningkatkan keterampilan menganyam dengan cepat dan mengolah bahan baku yang ada di lingkungan sekitar,” harapnya,

Sementara itu, menurut Faizatun Nisa(salah satu peserta edukasi Eco-coaster) mengungkapkan rasa senang akan adanya edukasi dan pelatihan tersebut.

“Kita merasa senang, dengan adanya edukasi serta pelatihan Eco-coaster tersebut kita menjadi paham bahwa tidak semuanya limbah itu tidak bisa di manfaatkan serta menghasilkan nilai ekonomi”tandasnya,

(Ainur Rofiq)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *