Wali Kota Pangkalpinang Ajak Masyarakat Kenalkan Durian Cumasi Lewat Bazaar Cumasi Durian Babel 2026

PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, resmi membuka Bazaar Cumasi Durian Babel Tahun 2026 di Gedung D’Star Point, Pangkalpinang, Minggu (5/7/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkenalkan Durian Cumasi sebagai salah satu varietas durian unggulan khas Bangka Belitung agar semakin dikenal di tingkat nasional.

Pembukaan bazaar turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Penjabat Sekretaris Daerah, seluruh pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Direktur RSUD Depati Hamzah, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta para camat se-Kota Pangkalpinang.

Dalam sambutannya, Saparudin mengatakan Durian Cumasi memiliki potensi besar untuk menjadi identitas daerah. Menurutnya, melalui bazaar ini pemerintah ingin memperkenalkan kualitas dan cita rasa durian lokal Bangka Belitung kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kita ingin nama Cumasi ini bergema, bukan hanya di Kota Pangkalpinang, tetapi juga di Bangka Belitung hingga dikenal secara nasional. Melalui dukungan rekan-rekan media, kami berharap informasi mengenai Durian Cumasi dapat tersebar luas sehingga masyarakat Indonesia mengetahui bahwa Bangka Belitung memiliki durian dengan kualitas dan rasa yang luar biasa,” ujarnya.

Saparudin menilai selama ini masyarakat lebih mengenal berbagai varietas durian dari daerah lain maupun luar negeri, sementara Durian Cumasi belum mendapat perhatian yang sepadan. Karena itu, bazaar ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan salah satu komoditas unggulan Bangka Belitung tersebut.

Ia menjelaskan, Durian Cumasi awalnya hanya tumbuh di kebun-kebun masyarakat. Namun, melalui program pembibitan yang dilakukan Balai Bibit Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, varietas tersebut kini telah dikembangkan oleh para petani di berbagai wilayah.

Bahkan, kata Saparudin, Durian Cumasi mulai dipasarkan ke sejumlah kota besar di Indonesia seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung sebagai bagian dari upaya memperluas pasar buah unggulan asal Bangka Belitung.

Selain menjadi ajang promosi produk lokal, Bazaar Cumasi Durian Babel 2026 juga menghadirkan puluhan pelaku UMKM yang menjual aneka produk berbahan dasar durian maupun produk unggulan lainnya. Kehadiran para pelaku usaha diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Saparudin mengatakan D’Star Point dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat aktivitas UMKM sekaligus destinasi wisata kuliner baru di Kota Pangkalpinang.

“Pemerintah ingin D’Star Point menjadi pusat kegiatan masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga menjadi lokasi promosi produk lokal dan wisata kuliner yang mampu menarik kunjungan masyarakat maupun wisatawan,” katanya.

Ia berharap Bazaar Cumasi dapat menjadi agenda tahunan setiap musim durian sehingga semakin memperkuat citra D’Star Point sebagai pusat wisata kuliner durian khas Bangka Belitung.

Pada kesempatan itu, Saparudin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan, di antaranya Bank Indonesia, Bank Sumsel Babel, Badan Pusat Statistik (BPS), perangkat daerah, para tenant, pelaku UMKM, serta masyarakat yang turut memeriahkan bazaar.

Bazaar Cumasi Durian Babel Tahun 2026 akan berlangsung hingga 12 Juli 2026, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan menikmati Durian Cumasi sekaligus mendukung pengembangan produk unggulan daerah dan perekonomian lokal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *