Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, memberikan sambutan saat membuka Festival Pasir Padi VII di kawasan Pantai Pasir Padi, Jumat (19/6/2026). Festival bertema “Toleransi Budaya” tersebut menjadi ajang promosi pariwisata, pelestarian budaya, serta penguatan ekonomi kreatif masyarakat melalui berbagai pertunjukan seni, tradisi Peh Cun, dan bazar UMKM.
PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi membuka Festival Pasir Padi VII Tahun 2026 di kawasan Pantai Pasir Padi, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan pariwisata daerah itu kembali digelar sebagai wadah promosi wisata, pelestarian budaya, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Pembukaan festival ditandai dengan sambutan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, yang mengajak masyarakat menjadikan keberagaman budaya sebagai kekuatan dalam membangun daerah. Festival tahun ini mengusung tema “Toleransi Budaya” dan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (21/6/2026).
Dalam sambutannya, Saparudin menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival, mulai dari instansi pemerintah, pelaku seni dan budaya, komunitas masyarakat, hingga pelaku usaha yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Festival Pasir Padi bukan sekadar agenda hiburan, melainkan ruang bersama untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang hidup dan berkembang di Kota Pangkalpinang.
“Festival ini menjadi bukti bahwa keberagaman yang kita miliki dapat dirajut menjadi kekuatan untuk memajukan daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Momentum penyelenggaraan festival tahun ini bertepatan dengan perayaan Peh Cun yang identik dengan tradisi menegakkan telur. Tradisi tersebut menjadi salah satu daya tarik yang selalu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pasir Padi.
Selain tradisi tersebut, pembukaan festival juga dimeriahkan berbagai pertunjukan budaya yang menggambarkan keberagaman masyarakat Pangkalpinang. Penampilan seni Melayu, Tionghoa, Jawa, hingga berbagai atraksi tradisional lainnya mendapat sambutan meriah dari para pengunjung yang memadati kawasan pantai.
Saparudin menilai semangat toleransi yang tercermin dalam festival tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia berharap keberagaman yang selama ini terjaga dapat terus dipelihara sebagai modal sosial dalam pembangunan daerah.
Selama pelaksanaan festival, masyarakat juga dapat menikmati berbagai kegiatan menarik seperti Colour Run, lomba layang-layang, pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, serta beragam aktivitas wisata yang melibatkan komunitas lokal.
Pada kesempatan yang sama, Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang turut memperkenalkan layanan digital Tourist Information Center (TIC) yang dirancang untuk mempermudah wisatawan memperoleh informasi destinasi wisata, kuliner, penginapan, hingga agenda kegiatan di Kota Pangkalpinang melalui pemindaian barcode menggunakan telepon seluler.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan informasi wisata yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi.
Melalui Festival Pasir Padi VII, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap kunjungan wisatawan ke destinasi unggulan daerah terus meningkat sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor jasa pariwisata.








