Suaranusantara.online
LANGKAT – Di beberapa media online pada bulan mei yang lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Langkat dihebohkan dengan pemberitaan 40 kepala sekolah SD dan SMP pindahkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke rekening pribadi.
Dalam pemberitaan tersebut Sekretaris Disdik Langkat, Robert Hendra Ginting memberikan komentar dengan membenarkan pemindahan uang BOS ke rekening pribadi dengan modus membuat laporan di dalam juga mengatakan telah melaksanakan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 40 oknum kepala sekolah tersebut dan menyatakan oknum kepala sekolah sudah menandatangani surat pernyataan dari dinas.
Pasca pemberitaan tersebut, kini muncul hasil screenshot struk pengiriman uang sebesar Rp.10 juta kepada Robert Hendra Ginting yang notabene merupakan Sekretaris Disdik Langkat.
Struk tersebut tidak tampil utuh, nama pengirimnya sudah dipotong, tetapi kuat dugaan merupakan kiriman dari kepala sekolah. Apakah itu dari 40 oknum Kasek yang beritanya sempat viral?
Sekretaris Disdik Langkat, Robert Hendra Ginting yang dikonfirmasi, Kamis (18/06/2026) tidak berada di kantornya, saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp dia juga tidak menjawab.
Aktivis anti rasuah Suprianto angkat bicara, dalam keterangannya ia menduga Robert dengan sengaja mempublikasikan kesalahan yang dilakukan oleh 40 kepala sekolah kepada publik.
“Tugas atasan adalah melakukan pembinaan terhadap bawahannya,bukan sebaliknya nya,” jarnya.
Selain itu, Suprianto juga berpendapat hasil tangkapan layar pengiriman uang sebesar Rp.10 juta tersebut patut dicurigai sebagai bentuk gratifikasi.
“Atas dasar tersebut, kami meminta kepada Bupati Langkat untuk mengevaluasi jabatan Robert sebagai Sekretaris Disdik Langkat,” ingkap Suprianto.
“Juga beredar info, bahwa ada kedekatan Sekdis ini dengan salah seorang guru SD di Kec. Gebang, yang dengan mudahnya bisa naik menjadi kepala sekolah SMP di sekolah yang sama. Diduga telah terjadi kesepakatan,” ujar Suprianto dengan senyum
(Eea)








