Suaranusantara.online
LANGKAT – Penumpukan sampah rumah tangga yang sudah lama teronggok di samping SD Negeri 050660 Kwala Bingei Kecamatan Stabat, mengeluarkan aroma tidak sedap dan mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar. Efeknya para guru dan siswa merasa tidak nyaman dan berharap agar sampah-sampah tersebut segera dibersihkan.
“Sudah lama seperti ini,setiap kali keluar masuk sekolah kami harus menghirup aroma bau busuk sampah,”ujar salah seorang wali murid, Minggu (31/05/2026).
Salah seorang warga setempat juga mengatakan,sampah yang menumpuk di lokasi ini dari berbagai arah, sayangnya dinas yang bersangkutan lamban dalam melakukan penanganan.
Lokasi penumpukan sampah ini terletak di ujung kompleks perkantoran Pemkab Langkat yang berdekatan dengan sekolah, Kantor Badan Pusat Statistik, Kantor Dinas Pemuda dan Olah Raga dan sekolah akademi kebidanan yang seharusnya steril dari aroma busuk sampah.
Menyikapi hal tersebut Koordinator LSM FITRAH Ahmad Subagio angkat bicara.
Menurut nya penumpukan sampah ini adalah tanggung jawab Unit Pelaksana Tugas (UPT) wilayah Langkat Hilir.
“Tugas UPT itu melakukan pengangkutan sampah rutin, pengelolaan tempat pembuangan sementara dan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi itu tidak mereka kerjakan dengan baik sehingga yang kita lihat sekarang ini lah hasilnya,” terangnya.
Ia juga menilai, permasalahan sampah terutama di Kecamatan Stabat sudah menjadi konsumsi publik akibat dari gagalnya UPT dalam melakukan penanganan yang cepat.
“Untuk itu, saya meminta kepada Bupati Langkat untuk mengevaluasi jabatan UPT Wilayah Langkat Hilir, agar masalah sampah dapat seperti ini tidak terulang kembali,” tutup Lnya.
(Eea)








