FORBISDA 2026 Jadi Ruang Strategis Pengusaha Muda Gali Potensi Besar Bangka Belitung

Caption: Ketua Umum HIPMI Babel dr Harry A Arsani, M.M., MARS. 

PANGKALPINANG — Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) 2026 menjadi ruang strategis untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi besar yang dimiliki Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan FORBISDA 2026 yang digelar BPD HIPMI Kepulauan Bangka Belitung itu mengusung tema “Babel Berdaya: Kolaborasi Pengusaha Muda Membangun Ekonomi Daerah” dan berlangsung di Pangkalpinang, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, Bangka Belitung memiliki sumber daya alam yang sangat kaya dan harus dikelola secara maksimal melalui keterlibatan para pengusaha muda di berbagai sektor usaha.

“Ini bisa dibilang forum pemberdayaan untuk menggali potensi daerah. Babel ini sangat kaya. Bukan hanya jual beli biasa, tetapi ada HIPMI pertanian, HIPMI perikanan, HIPMI pertambangan, HIPMI kesehatan hingga HIPMI pariwisata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di bawah kepemimpinan gubernur saat ini adalah pengembangan sentra kelapa dan aren. Program tersebut ditandai dengan dimulainya pembibitan satu juta pohon aren yang nantinya akan dikembangkan di kawasan hutan produksi.

“Lokasi yang sedang didata di kawasan hutan produksi akan disulap menjadi sentra kelapa dan aren seluas sekitar 190 hektare. Saat ini seluruh proses perizinannya sedang diurus dan diperkirakan dua hingga tiga bulan lagi selesai,” katanya.

Di sektor pertambangan, pemerintah provinsi juga tengah menyiapkan regulasi terkait Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Regulasi tersebut diharapkan memberi dukungan legalitas dan perlindungan kepada masyarakat maupun pelaku usaha lokal di sektor tambang rakyat.

“Pak Gubernur sedang mengatur perda untuk IPR. Nantinya pertambangan rakyat akan didukung dari sisi perizinan dan lainnya. HIPMI tentu tidak boleh menjadi penonton, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.

Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan lebih banyak pengusaha muda lokal yang mampu memanfaatkan kekayaan alam daerah secara optimal. Hal itu dinilai penting untuk mendukung target Indonesia Emas 2045, khususnya dalam peningkatan jumlah wirausaha nasional.

“Kita tahu target Indonesia 2045, jumlah pengusaha harus mencapai 8 persen, sementara saat ini masih sekitar 3,25 persen. Karena itu kegiatan seperti ini harus menjadi stimulus munculnya pengusaha-pengusaha daerah yang baru,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keberpihakan regulasi terhadap pengusaha lokal agar kekayaan alam Bangka Belitung dapat benar-benar dinikmati masyarakat daerah sendiri.

“Dengan kekayaan alam yang melimpah seharusnya banyak pengusaha muda yang sukses. Karena itu Pak Gubernur sangat mendukung pengusaha lokal menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *