Pemkot Pangkalpinang Lepas Jemaah Haji Tua Tunu, Wali Kota Tekankan Keikhlasan dan Istiqomah

PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang menghadiri syukuran keberangkatan calon jemaah haji Kelurahan Tua Tunu Indah dalam acara walimatussafar yang digelar di Masjid Raya Tua Tunu, Minggu (19/4/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, bersama jajaran, di antaranya Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bagian Kesra, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Camat Gerunggang, serta Lurah Tua Tunu Indah.

Suasana haru terasa sejak awal kegiatan. Para calon jemaah haji tampak berpamitan dengan keluarga dan kerabat, diiringi doa agar perjalanan ibadah mereka berjalan lancar hingga kembali ke tanah air.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua orang mendapatkannya.

“Kami mengucapkan selamat kepada bapak dan ibu yang tahun ini mendapat panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji. Dari sekian banyak yang menunggu antrean, bapak dan ibu menjadi orang-orang yang terpilih,” ujarnya.

Ia mengingatkan para jemaah agar berangkat dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan, serta mengikhlaskan keluarga yang ditinggalkan.

“Berangkatlah dengan hati yang bersih dan ikhlas. Tinggalkan keluarga dan kerabat dengan rasa syukur. Kami yang di tanah air akan terus mendoakan bapak dan ibu sejak keberangkatan hingga kembali nanti,” katanya.

Selain itu, ia juga berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah serta kembali membawa perubahan positif bagi lingkungan.

“Sepulangnya nanti, kami berharap bapak dan ibu menjadi bagian dari masyarakat yang membawa Kota Pangkalpinang menuju negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan turut diisi tausiyah oleh Ustad Firdaus Lc yang memberikan bekal spiritual kepada para jemaah.

Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga amalan ibadah secara konsisten, termasuk setelah kembali dari Tanah Suci.

“Setelah salat Subuh berjamaah, jangan langsung pulang. Duduklah di masjid, membaca Al-Qur’an, berzikir, beristighfar, dan bershalawat. Setelah matahari terbit, lanjutkan dengan salat dua rakaat. InsyaAllah pahalanya seperti haji dan umrah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghadiri majelis ilmu serta memperbanyak zikir setelah salat fardu sebagai amalan bernilai besar di sisi Allah SWT.

“Membaca Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar masing-masing 33 kali setelah salat, sebagaimana dalam riwayat Bukhari dan Muslim, memiliki keutamaan besar dan dapat menyamai pahala orang-orang yang mampu berhaji dan berumrah,” katanya.

Kegiatan walimatussafar tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat. Doa dan harapan mengiringi langkah para calon jemaah haji, agar diberikan kelancaran, kesehatan, serta kembali ke Pangkalpinang dengan predikat haji yang mabrur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *