Salat Idul Fitri di Pangkalpinang Dipusatkan di Alun-Alun Taman Merdeka, Operasi Ketupat Menumbing Disiapkan

PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana memusatkan pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini di kawasan Alun-Alun Taman Merdeka. Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat yang ingin melaksanakan salat Id berjamaah di area terbuka.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengatakan pemilihan Alun-Alun Taman Merdeka didasarkan pada kapasitasnya yang dinilai mampu menampung jamaah dalam jumlah besar. Selain berada di pusat kota, lokasi tersebut juga mudah dijangkau masyarakat dari berbagai wilayah.

“Dengan lokasi yang lebih luas, masyarakat diharapkan dapat melaksanakan salat Idul Fitri dengan lebih nyaman dan khusyuk,” ujar Saparudin, Rabu (11/3/2026).

Selain memusatkan pelaksanaan salat Id di Alun-Alun Taman Merdeka, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga menyiapkan Masjid Kubah Timah sebagai alternatif lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, khususnya bagi jamaah perempuan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban pelaksanaan ibadah sekaligus memberikan kenyamanan bagi seluruh jamaah yang akan mengikuti salat Id.

Pemerintah kota bersama instansi terkait juga akan menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk pengaturan lalu lintas, pengamanan, serta penataan kebersihan di sekitar lokasi pelaksanaan ibadah.

Rencana tersebut disampaikan Saparudin saat menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar bersama unsur TNI, Polri, Jasa Raharja, serta perangkat daerah di Aula Sari Polresta Pangkalpinang.

Dalam rapat yang sama, Kepolisian Resor Kota Pangkalpinang bersama pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait juga membahas persiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Menumbing 2026.

Rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran dapat berjalan optimal.

Operasi Ketupat Menumbing 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari dan akan diawali dengan apel gelar pasukan pada 13 Maret 2026 sebagai tanda dimulainya operasi pengamanan secara resmi.

Selama operasi berlangsung, aparat kepolisian bersama unsur pemerintah daerah, TNI, serta instansi pendukung lainnya akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik maupun aktivitas masyarakat saat perayaan Idul Fitri.

Pemerintah berharap seluruh rangkaian kegiatan menjelang dan selama Idul Fitri dapat berjalan aman, tertib, serta menjadi momentum kebersamaan bagi masyarakat dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *