Tidak Semua Nelayan Sepakat, Kepanitiaan KIP di Sungailiat Dinilai Picu Pro dan Kontra

BANGKA – Pembagian dana kompensasi Kapal Isap Produksi (KIP) mitra PT Timah Tbk kepada ribuan nelayan di Kecamatan Sungailiat kembali dilakukan pada Kamis (5/3/2026). Setiap nelayan yang terdaftar menerima sekitar Rp350 ribu.

Meski pembagian dana tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab kepada nelayan terdampak aktivitas tambang, di kalangan masyarakat pesisir justru muncul perbedaan pandangan terkait kepanitiaan yang mengelola dana tersebut.

Beberapa nelayan menilai narasi yang menyebut seluruh nelayan mendukung panitia tidak sepenuhnya benar.

“Di lapangan ada yang mendukung, tapi ada juga yang tidak setuju. Jadi tidak bisa dikatakan semua nelayan satu suara,” ujar seorang nelayan di kawasan pesisir Sungailiat.

Ia menyebut sebagian nelayan mempertanyakan mekanisme penentuan daftar penerima serta proses pengelolaan dana kompensasi yang berasal dari aktivitas KIP.

Menurutnya, keberadaan panitia yang mengelola dana dalam jumlah besar kerap menimbulkan dinamika di tengah masyarakat.

“Karena dana yang dikelola cukup besar, wajar kalau ada yang mempertanyakan bagaimana sistem pengelolaannya,” katanya.

Nelayan berharap ke depan pengelolaan dana kompensasi dapat melibatkan lebih banyak perwakilan masyarakat serta disertai laporan keuangan yang terbuka.

Langkah tersebut dinilai penting agar pembagian dana benar-benar mencerminkan kepentingan nelayan dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *