PANGKALPINANG, Jumat, 13 Februari 2026 — DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut terlibat dalam agenda peninjauan kesiapan kelistrikan daerah menjelang rangkaian Hari Raya Imlek, Ramadan, dan Idulfitri tahun ini. Kehadiran unsur legislatif daerah dalam kunjungan Komisi XII DPR RI menjadi bagian dari fungsi pengawasan terhadap sektor energi.
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, dalam forum tersebut mengingatkan bahwa periode hari besar keagamaan identik dengan kenaikan konsumsi listrik, baik di sektor rumah tangga, rumah ibadah, maupun pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, sistem kelistrikan harus dipastikan berada dalam kondisi andal.
Dari sisi daerah, DPRD Babel menilai kesiapan teknis tidak cukup hanya dipaparkan secara administratif. Legislator meminta data konkret terkait proyeksi beban puncak, cadangan daya, serta langkah mitigasi apabila terjadi gangguan pada unit pembangkit atau jaringan distribusi.
Pihak PT PLN (Persero) melalui Direktur Manajemen Pembangkitan, Rizal Calvary Marimbo, menjelaskan bahwa pemeriksaan menyeluruh telah dilakukan terhadap pembangkit, gardu induk, serta jaringan transmisi dan distribusi. Selain itu, peralatan cadangan seperti trafo bergerak dan genset telah disiapkan untuk memperkuat keandalan sistem.
General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, menyebutkan bahwa cadangan daya dinilai mencukupi untuk menghadapi potensi lonjakan beban. Personel siaga juga ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mempercepat respons jika terjadi gangguan.
DPRD Babel menegaskan akan terus memantau perkembangan selama masa siaga berlangsung. Bagi lembaga legislatif daerah, stabilitas listrik bukan hanya menyangkut pelayanan dasar, tetapi juga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Bangka Belitung.
Pengawasan, menurut DPRD, menjadi kunci agar kesiapan yang dipaparkan benar-benar teruji saat momentum puncak perayaan tiba.







