Eko Mujiarto Resmi Buka Gerakan Penanam Pohon di Kecamatan Bojonggede Tahap ke 3, Minimal dapat Mengurangi Dampak Banjir

Suaranusantara.online

KABUPATEN BOGOR – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto secara resmi membuka Gerakan Penanaman Pohon di Kecamatan Bojonggede Tahap ke 3 sebanyak 800 pohon yang berlokasi di Jalan Bojonggede – Kemang (Bomang) perbatasan Kecamatan Tajurhalang dengan Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jum’at (13/2/2026).

Bacaan Lainnya

Gerakan tersebut merupakan arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto berupa program penanaman pohon serentak yang dicanangkan di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Satu kecamatan diinstruksikan Bupati minimal menanam pohon seluas 1 hektar.

“Hari ini, melaksanakan arahan atau kebijakan dari Bupati Bogor, Bapak Rudy Susmanto, bahwa di setiap kecamatan di Kabupaten Bogor itu harus membuat hutan kota atau penghijuan minimal 1 hektar untuk satu kecamatan,” ujarnya kepada suaranusantara.online usai melakukan penanaman pohon.

Menurut Eko, bahwa di wilayah Kecamatan Bojonggede direncanakan akan ditanami pohon dengan kurang lebih seluas 4.5 hektar.

Tanaman yang ditanam, jelas dia, dari berbagai macam tanaman keras seperti sengon dan berbagai macam buah-buahan.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, bahwa membangun ekosistem dengan penanaman pohon tersebut salah satu upaya untuk memulihkan atau menciptakan kembali lingkungan hutan kota dengan segala fungsinya, juga manfaatnya banyak sekali. Baik bagi alam itu sendiri maupun untuk manusia.

Karena, lanjut Eko, pohon dapat menyerap karbon dioksida (CO2) yang merupakan gas utama penyebab pemanasan global, dan menghasilkan oksigen yang kita hirup.

“Manfaat dari penanaman pohon ini, di samping untuk menyerap karbon dioksida, otomatis akan menghasilkan oksigen. Selain itu juga, mudah-mudahan dengan melakukan penanaman hutan kota se Kabupaten Bogor minimal satu hektar, berarti kan kita sudah bisa memberikan sumbangsih udara. Di samping itu juga minimal bisa merubah cuaca. Cuaca ekstrim menjadi cuaca yang sejuk, cuaca yang mendamaikan,” ungkap Eko

Menanam pohon dengan jumlah banyak, lanjut Eko, bisa membantu menstabilkan suhu lokal dan mencegah bencana alam. Sebab, akar-akar pohon tersebut mengikat pada tanah dan mencegah erosi serta tanah longsor.

Selain itu, pohon membantu menyerap air hujan, sehingga dapat mengurangi risiko banjir, dan menjaga cadangan air tanah.

“Mudah-mudahan dengan menanam pohon ini, otomatis akar-akar hasilnya juga nanti bisa menyerap air. Sehingga juga akan mengurangi dampak banjir, minimal itu,” pungkasnya.

(mardioto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *