Mahasiswa KKN Kelompok 21 Universitas PGRI Sumenep
Suaranusantara.online
DESA MONCEK TIMUR, SUMENEP – Inovasi kreatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Universitas PGRI Sumenep berhasil mengubah sampah plastik menjadi karya seni yang memukau.
Pada Kamis, 21 Agustus 2025, mereka menyelesaikan program unggulan berupa spot foto “Love Moncek Timur” yang terbuat dari ecobrick di Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.
Program unggulan ecobrick tidak diselesaikan dalam waktu singkat. Dimulai sejak 25 Juli 2025, mahasiswa KKN dengan penuh dedikasi mengumpulkan sampah plastik, mencari botol, memotong plastik, dan mencuci botol hingga bersih. Proses pengisian botol dilakukan secara bertahap hingga padat, disertai dengan pengecatan botol untuk memberikan sentuhan estetis.
Memasuki awal Agustus, tepatnya tanggal 9, kelompok mulai merancang desain karya ecobrick dan memesan bahan-bahan pendukung seperti besi dan akrilik. Hingga 14 Agustus, seluruh botol ecobrick telah disiapkan dengan sempurna.

Tahap akhir dimulai pada 15-17 Agustus dengan persiapan alat, bahan, dan pembersihan area pemasangan.
Puncaknya pada 18 Agustus saat pemasangan rangka besi dan pengecoran dilakukan, dilanjutkan pengecatan rangka pada 19-20 Agustus, hingga akhirnya spot foto “Love Moncek Timur” terpasang sempurna pada 21 Agustus.
Ach. Khoirul Umam, Ketua Kelompok 21 menegaskan, bahwa ecobrick bukan hanya tentang pengelolaan sampah.
“Ecobrik bukan hanya kegiatan pengelolaan sampah, tetapi juga sarana pendidikan lingkungan. Melalui pembuatan ecobrik, siswa dan masyarakat belajar tentang tanggung jawab, kreativitas, serta inovasi dalam menghadapi permasalahan sampah plastik,” ujarnya, Minggu 31/08/2025
Program ini memiliki tujuan mulia yang multidimensi. Selain meningkatkan kesadaran lingkungan bagi mahasiswa dan masyarakat desa tentang pentingnya mengurangi sampah plastik, kegiatan ini juga berhasil mengurangi sampah plastik yang berserakan di lingkungan desa dengan mengolahnya menjadi ecobrick yang bermanfaat.
Kepala Desa Moncek Timur, H. Ruji memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa KKN.
“Dengan adanya gerakan ecobrick yang dilakukan anak-anak KKN ini, saya berharap desa Moncek Timur menjadi contoh sebagai desa yang bersih, sehat, kreatif, dan berdaya lingkungan,” katanya dengan antusias.
Dukungan pemerintah desa ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan dan berkarakter.
Spot foto “Love Moncek Timur” tidak hanya berfungsi sebagai simbol cinta lingkungan, tetapi juga mendukung potensi wisata desa. Ditempatkan di lokasi strategis dengan pemandangan alam yang indah, spot foto ini diharapkan dapat menarik wisatawan dan meningkatkan daya tarik Desa Moncek Timur.
Kegiatan ini berhasil mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui keterlibatan langsung dan keteladanan dari mahasiswa KKN.
Lebih dari itu, program ini menghasilkan karya kreatif dan fungsional yang memberikan kontribusi nyata terhadap keindahan desa.
Keberhasilan program ecobrick Kelompok 21 Universitas PGRI Sumenep ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok-kelompok KKN lainnya.
Program ini membuktikan bahwa dengan kreativitas dan kerja sama yang baik, sampah plastik dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai estetis tinggi.
Melalui pendekatan yang komprehensif, mulai dari edukasi hingga implementasi nyata, mahasiswa KKN telah menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mengatasi permasalahan lingkungan sambil berkontribusi pada pembangunan desa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Sumenep yang bertujuan mengembangkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan masyarakat.
(GUSNO)








