Inilah 10 Cewek cantik LKP Hastari Peserta Tata Rias Pengantin, dalam Pelatihan Berbasis Unit Kompetensi

Pangkalpinang – Dalam penutupan kegiatan Pelatihan Berbasis Unit Kompetensi Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun 2025 di Balai Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (22/8/2025).

Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Hastari mengikuti pelatihan tata rias pengantin bagi 10 peserta yang telah lolos seleksi dari Dinas Tenaga Kerja. Pelatihan ini difokuskan pada tiga materi berbasis kompetensi yang menjadi syarat mengikuti uji kompetensi level 1.

Materi yang diajarkan meliputi tata rias pengantin gaun panjang, tata rias pengantin berkerudung, serta tata rias pengantin adat Sunda Siger. Seluruh peserta mengikuti pembelajaran dengan baik di bawah bimbingan Andra salah satu dari tim pengajar LKP Hastari.

“Kami memberikan materi berbasis kompetensi agar para peserta tidak hanya paham teori, tetapi juga siap menghadapi uji kompetensi nantinya,” ujar Andra perwakilan LKP Hastari.

Dijelaskan pula bahwa proses seleksi peserta dilakukan langsung oleh Dinas Tenaga Kerja. LKP Hastari hanya berperan sebagai penyelenggara pelatihan dan tim pengajar. Kami fokus pada proses pembelajaran agar peserta siap diuji, tambahnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan keterampilan serta mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui secara resmi, sehingga membuka peluang lebih luas untuk berkarier di bidang tata rias pengantin.

Kepala Disnaker Pangkalpinang, Amrah, mengungkapkan bahwa animo masyarakat sangat tinggi. “Untuk salah satu kejuruan, misalnya Tata Rias, kuota hanya 10 orang, tapi pendaftar mencapai 70 orang. Jadi kami seleksi ketat untuk memilih yang terbaik,” jelasnya.

Amrah Sakti, SH., MH. sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menegaskan, program ini tidak hanya berakhir dengan pelatihan, tetapi juga membuka kesempatan magang. “Biasanya, dari pengalaman sebelumnya, tiga peserta terbaik langsung kami magangkan. Bahkan sebagian besar dari mereka bisa langsung bekerja di tempat magang masing-masing,” ungkapnya.

Ke depan, Disnaker akan menambah dua kejuruan baru, salah satunya bidang kewirausahaan. “Harapan kami, peserta tidak hanya siap bekerja, tapi juga mampu menciptakan wirausaha baru. Walaupun waktu pelatihan relatif singkat, kami dorong agar peserta bisa menggali potensi diri sehingga cepat diaplikasikan, baik untuk bekerja maupun berwirausaha,” tutup Amrah.

Pos terkait