Ilustrasi (Ist)
Suaranusantara.online
SUMENEP – Rencana Indonesia menjadi lokasi uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) yang dikembangkan Bill Gates menuai respons keras dari masyarakat Sumenep, Jawa Timur.
Warga menuntut agar seluruh pejabat negara divaksin terlebih dahulu sebelum program ini diterapkan kepada rakyat.
Masyarakat Sumenep yang dikenal memiliki sikap kritis terhadap kebijakan vaksinasi mengeluarkan tuntutan tegas kepada Presiden Prabowo Subianto.
Mereka meminta agar semua pejabat dari tingkat tertinggi hingga terendah wajib mendapat vaksinasi TBC terlebih dahulu.
“Jika vaksin ini aman seperti yang diklaim, mengapa pejabat tidak membuktikannya lebih dulu?” ujar salah satu tokoh masyarakat Sumenep yang mewakili aspirasi warga, Jum’at (13/06/2025).
Masyarakat Sumenep menuntut urutan vaksinasi dimulai dari:
Tingkat Pusat:
– Seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju
– Seluruh anggota DPR RI
– Seluruh anggota DPD RI
– Ketua dan anggota KPK, Kejaksaan Agung, MA, MK, dan BPK
Tingkat Daerah:
– Seluruh Gubernur se-Indonesia
– Seluruh anggota DPRD Provinsi
– Seluruh Bupati dan Walikota
– Seluruh anggota DPRD Kabupaten/Kota
Tingkat Desa:
– Seluruh Kepala Desa
– Seluruh perangkat desa
– Seluruh Ketua RT/RW
Sikap skeptis masyarakat Sumenep tidak lepas dari pengalaman masa lalu. Pada tahun 2021, wilayah ini menjadi sorotan nasional karena tingginya tingkat penolakan vaksin COVID-19. Bahkan terjadi insiden viral di mana seorang ibu memarahi Wakil Bupati Sumenep karena menolak divaksin meski bantuan sosialnya terancam tidak cair.
Camat Batang-batang Sumenep pernah menjadi kontroversi ketika dalam video yang beredar menyuruh kepala desa “mencuri sapi warga yang tidak mau divaksin,” yang menunjukkan betapa tingginya resistensi masyarakat terhadap program vaksinasi.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Bill Gates sedang mengembangkan vaksin TBC untuk dunia dan Indonesia akan menjadi salah satu tempat uji coba, mengingat TBC memakan korban yang cukup besar dengan angka kematian hampir 100.000 setiap tahunnya.
Ketika Presiden Prabowo menyampaikan Indonesia akan menjadi lokasi uji coba vaksin TBC M72/AS01E yang disokong Bill & Melinda Gates Foundation, publik bereaksi keras dengan sentimen negatif.
Kebijakan ini menuai pro kontra di masyarakat lantaran dianggap sebagai “kelinci percobaan” vaksin. Masyarakat Sumenep khususnya menilai tidak adil jika rakyat biasa yang menjadi subjek uji coba sementara para pengambil keputusan terhindar dari risiko.
“Jika ini untuk kepentingan bangsa, mengapa tidak dimulai dari mereka yang memutuskan kebijakan ini?” tanya seorang warga Sumenep yang enggan disebutkan namanya.
Tuntutan masyarakat Sumenep ini mencerminkan krisis kepercayaan terhadap pemerintah dalam hal transparansi kebijakan kesehatan.
Mereka menilai bahwa kepemimpinan yang baik seharusnya dimulai dengan memberi contoh, bukan hanya memberi perintah.
Para tokoh masyarakat Sumenep menegaskan bahwa tuntutan ini bukan penolakan terhadap program kesehatan, melainkan permintaan agar pemerintah menunjukkan komitmen nyata melalui tindakan, bukan hanya kata-kata.
Masyarakat Sumenep berharap Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan aspirasi mereka dengan serius. Mereka yakin bahwa jika para pejabat bersedia divaksin terlebih dahulu dan hasilnya positif, masyarakat akan lebih percaya dan mendukung program tersebut.
“Kami tidak anti-vaksin, tapi kami butuh bukti nyata bahwa ini aman. Mulailah dari atas, baru ke bawah,” pungkas salah satu tokoh masyarakat yang mewakili suara warga Sumenep.
(GUSNO)








