Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Babel Desak Kejagung Usut Tuntas Korupsi Timah

PANGKALPINANG – Puluhan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Bangka Belitung menggelar aksi damai di depan Masjid Agung Kubah Timah, Pangkalpinang, Kamis (13/2/2025). Mereka mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di sektor pertimahan yang ditaksir merugikan negara hingga Rp10,3 triliun.

Aksi ini dipimpin oleh tiga koordinator lapangan, yakni Subri, Edy Supriadi, dan Havis Prisma Pertiba. Sebanyak 16 peserta, terdiri dari 12 warga dan 4 mahasiswa, turut serta dalam unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB.

Massa membawa sejumlah spanduk dengan berbagai tuntutan, di antaranya bertuliskan:

  • Belitung Menggugat!
  • Tangkap 375 Kolektor Timah Pemegang SPK Bodong!
  • Bangka Belitung Menggugat: BBM Menuntut Penegakan Hukum hingga ke Kolektor Timah yang Terlibat Korupsi!
  • Rp10,3 Triliun Uang Korupsi Pertimahan Mengendap di 375 Mitra Pengepul Timah!

Dalam pernyataan sikapnya, massa menyampaikan empat tuntutan utama:

  1. Mendukung Kejagung untuk mengusut tuntas kasus korupsi dan membongkar jaringan mafia timah di Bangka Belitung.
  2. Menuntut pengembalian hasil korupsi kepada masyarakat Babel yang selama ini dirugikan.
  3. Menegaskan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus pertimahan agar keadilan dapat ditegakkan.
  4. Menuntut 20 persen saham PT Timah diserahkan tanpa syarat kepada masyarakat Bangka Belitung melalui pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Koordinator aksi, Subri, menegaskan bahwa korupsi di sektor pertimahan telah berlangsung lama dan merugikan masyarakat secara luas.

“Kami tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar ditegakkan. Kejagung harus berani mengungkap semua pihak yang terlibat, termasuk kolektor timah yang selama ini diduga menikmati hasil korupsi,” ujar Subri dalam orasinya.

Aksi unjuk rasa ini dipantau langsung oleh anggota Unit Intel Polsek Taman Sari guna memastikan jalannya demonstrasi tetap kondusif. Petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Hingga aksi berakhir, tidak ada insiden yang mengganggu jalannya demonstrasi. Para peserta aksi berharap tuntutan mereka segera mendapat respons dari Kejagung dan pemerintah pusat.

“Kami tidak hanya sekadar berdemonstrasi, tetapi juga mengawal proses hukum agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan,” tegas Edy Supriadi.

Kasus dugaan korupsi di sektor pertimahan menjadi perhatian serius di Bangka Belitung. Kejagung sebelumnya telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus ini, namun masyarakat menuntut agar seluruh jaringan yang terlibat, termasuk pihak-pihak yang diduga menjadi pengepul timah hasil korupsi, juga diproses hukum.

Pos terkait